Senin, 03 Oktober 2011

hukum adat
































































A

Abu diateh tunggua
Menyatakan bahwa Rang Sumando (lihat Rang Sumando) dalam adat tidak berkuasa atas keluarga dan anak-anaknya, yang berkasa adalah mamak mamak dari pihak istrinya
 
Adat babuhua sintak
Oleh karena adat selalu terbuka menerima perkembangan (terhadap ke-majuan zaman, adat itu sendiri memberikan    peluang untuk kemajuan  itu, sehingga adat di Minangkabau selalu dapat menerima perubahan, namun perubahan itu  tidak dapat terlepas dari  tata ikatan adat semula. Selagi tidak bertentangan secara prinsipil,adat akan dapat menerima kemajuan zaman.

Adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah
Adat Minangkabau bersendikan agama, agama bersendikan Al-Qur'an
Adat basisampiang,Sarak batilanjang
Adat mengungkap secara tidak langsung, sedang sarak/agama menjelaskan dengan terus terang dan lansung seperti apa adanya. Tolong menolong sesama anggota masyarakat merupakan suatu hal yang dituntut oleh adat. Bilamana masyarakat tidak melakukan hal itu, akan dianggap oleh masyarakat suatu sikap yang tidak terpuji, hingga mengurangi kewibawaan dimata orang banyak. 
Adat indak, basalang tanggang
Bila sewaktu-waktu seseorang sedang dalam keadaan sangat pinjaman, orang-orang yang mampu sepantasnya memberikan pinjamannya.
Adat lai bari mambari
Bila seseorang yang berada (mampu), harus dapat memberikan bantuan kepada orang yang tidak punya, atau orang yang sedang membutuhkan bantuan.
Adat hiduik toloang manoloang
 Semasa hiduplah kesempatan tolong menolong

Adat mati janguak manjanguak
Kalau ada  kematian harus melayat, kalau tidak kita sudah tak tahu adat lagi, kecuali ada halangan yang melintang.


Adat la-i bari mambari
Orang yang berada atau orang kaya harus membantu yang miskin, kalau tidak itu melanggar adat

Adat indak basalang mtenggang
Kalau orang dalan kekurangan pinjam kepada yang punya, diharuskan adat untuk meminjami.

Adat gunuang timbunan kabuik
 Orang yang tinggi atau berpangkat harus bisa menahan tudingan dan cercaan orang banyak.

Adat lurah tajunan aia
 Jadi tokoh masyarakat harus bisa menampung aspirasi orang bawah

Adat api ma anguihkan
Risiko yang harus diketahui dan dihadang dalam hidup bermasyarakat

Adat aia mambasahi
 Risiko yang harus diketahui dan dihadang dalam hidup bermasyarakat

Adat yang teradat
 Peraturan adat yang dilahirkan dari hasil mufakat, yang kemudian dipakai oleh masyarakat sebagai pedoman adat.
Ado samo dimakan, indak samo dicari
Kalau ada sama-sama dimanfaatkan, kalau tidak sama-sama dicari
Alua jo patuik
Suatu keputusan yang diambil, harus dilandaskan dengan keadilan dan kepatutan. Kalau hal itu tidak dilaksanakan
maka hasil keputusan itu lemah, atau tidak syah sama sekali.
Anak dipangku, kemenakan dibimbiang
Anak dirawat/dipelihara dengan baik, kemenakan dibimbing dengan sempurna. Bilamana seseorang mamak tidak melakukan hal semacam itu, maka masyarakat memberi penilian yang kurang terhadapnya.
Anggang lalu atah jatuah
 Seseorang dapat diajukan sebagai tertuduh,disebabkan pada waktu kejadian itu  ia sedang berada disana.
Anggang lalu atah jatuah, anak rajo mati ditimponyo
Tuduhan yang dijatuhkan kepada seseorang karena pada waktu terjadinya kejahatan itu kebetulan dia berada disana, sedangkan dia tidak melakukan apa-apa.

Asa barasa anak puti, sunduik ba sunduik anak rajo
Patah tumbueh ilang baganti, tubuehnyo di sinan juo.
Bilamana Pengulu meninggal dunia, akan digantikan oleh  orang asli yang berada dalam sukunya sendiri

Asal usul orang Minangkabau
” Dari mano titiek palito, dibaliek teong nan batali. Dari mano turun niniek kito dari puncak gunuang marapi”
Siapa-siapa saja itu niniek rang Minang :
1.  Sutan Sri Maharajodirajo        (Ketua atau Raja I di Pasumayan Koto
                                                           Batu)
2.  Putri Indo Jalito                    ( Permaisuri)
3.  Cati Bilang Pandai                (Ahli pikir atau penasehar Raja)
4.  Datuk Suri Dirajo (Indi Jati)   (Raja yang ke II di Pasumayan  dan                                           Penghulu Pertama
5.  Putri Andarajalita                  (Permaisuri)
6.  Datuk Maharajo nan Banego-nego (Anggota/Keluarga Raja)
7.  Datuk Tan Tejo Garhano(ANGGOTA/Keluarga Raja/Ahli Seni I)
8.  Sutan Malikul Alam atau Sutan Maharajo Basa glr Dt.Katumanggungan
                                                                                       (Putra Mahkota). 
9.  Sutan Balun glr Dt.Perpatih Nan Sabatang     (Putra Mahkota)
10.Dt.Bandaro Kayo (Tampuak Alam Minangkabau Penghulu ke II di  
                                                                                         Padangpanjang
11.Dt. Mahajo Basa (Tangkai Alam Minangkabau Penghulu ke III di
                                                                                         Padangpanjang
12.Dt.Bandaro Putieh (Pamuncak Adat Koto Piliang  di Karajaan Bungo      
                                                                                                   Satangkai)
13.Dt.Bandaro Kunieng  (Junjungan Bodi Caniago di V Kaum XX  Koto)
14.Rajo Alam
15.Rajo Duo Selo                      a. Rajo Adat di Buo                      Rajo         
b. Rajo Ibadat di Sumpur Kudus         Tigo Selo
16.Basa Ampek Balai:
     a. Titah di Sungai Tarab                    (Pamuncak Alam)
     b.  Indomo Saruaso                           (Payung Panji)
     c.  Makudum di Sumanik                   (Alung Bunian)
     d.  Tuan Kadhi di Padang Ganting     (Suluan Bendan)

17. Langgan Nan Tujuh :
      a. Labuatan Sungai Jambu pasak kungkuang Koto Piliang
      b.  Tuan Gadang di Batipuh Harimau Campo Koto Piliang
      c.  Mukudum di Sumanik Alung Bunian Koto Piliang
      d.  Simawang jo Bukik Kanduang Perdamaian Koto Piliang
      e.  Silungkang Padang Sibusuak Gajah Tungga Koto Piliang
      f.  Tanjuang Balik jo Sulik Aie Cumati Koto Piliang
      g.  Singgkarak jo Saniangbaka Camin Taruih Koto Piliang

1 sampai 13 adalah orang-orang atau tokoh pendiri adat Minangkabau
14 sampai 17 adalah jabatan-jabatan penting di dalam Adat Alam     Minangkabau.

B

Baban barek singguluang batu
Tugas berat yang dilakukan untuk orang lain, namun kalau ada risikonya,   kita sendiri yang menanggungnya.
Ba-hukum kepado raso-pareso
 Suatu keputusan hukum itu berdasarkan hasil penyelidikan,penyidikan dan keyakinan si pemberi keputusan.
Bajalan ba nan tuo, ba kato ba nan pandai, balaie ba nangkodo
Segala sesuatu pekerjaan harus diserahkan kepada ahlinya masing-masing

Bajanjang naiek, batanggo turun
Segala sesuatu pekerjaan harus menurut patutnya. Bilamana seseorang anggota suku akan mengajukan masalahnya, tidak boleh langsung kepada Pengulunya, tetapi terlebih dulu diadukan kepada mamak-mamak yang lain. Kalau gagal dalam mendapatkan penyelesaiannya, barulah ia dapat mengadukan persoalannya kepada pengulunya, namu bilamana terjadi sesuatu, maka pengulu akan lebih dulu membicarakannya dengan mamak-mamak yang lain, setelah itu barulah mamak menyampaikan kepada kemenakannya yang sedang bermasalah tersebut.
Bajua murah-murah
Seseorang yang menjual sesuatu barang sangat murah, jauh dari harga patut, dapat diperkirakan bahwa barang dijual itu berasal dari barang yang tidak sah, seperti hasil curian atau rampokan.

Baju sa alai dibagi duo
Mendirikan pengulu baru karena pembelahan suku yang disebabkan telah sangat berkembangnya warga suku tersebut.
Bakarek rotan
Memutuskan hubungan dengan seseorang. Umpamanya memutuskan hubungan pertunangan, atau memutuskan hubungan antara mamak dengan kemenakan berhubungan dengan terlanggarnya adat istiadat yang dianggap sangat tabu.
Bakato baiyo, bajalan bamulah
Setiap keputusan dan tindakan haruslah di lalui dengan jalan mesyawarah dan mufakat.

Balairung adat
Sejenis rumah adat di Minangkabau yang digunakan untuk mengadakan rapat adat dalam nagari. Rapat adat dilakukan secara terbuka. Jendelanya lebar-lebar dan tidak berdaun pintu agar masyarakat bisa mendengarkan pembicaraan pemuka masyarakan yang sedang membicarakan kepentingan masyarakat dalam mengambil suatu keputusan.
Bapak rumah
Lihat Rang Sumando.
Baramban
Secara teknis merupakan cara pembagian air dalam sistim pengairan  yang diatur sedemikian rupa sehingga pembagian air berlaku secara adil,sesuai luas sawahnya masing-masing. Pembuatan baramban ini harus diatur langsung oleh dubalang bandar ( orang yang diberi wewenang dan ahli dalam pembagian air sawah, dan juga bertanggung jawab memperbaiki atas kerusakan pengairan dalam kampung itu).
Barih-balabeh
Garis-garis pokok hukum adat Minangkabau. Dimana segala tingkah laku, perbuatan seorang anggota masyarakat tidak boleh keluar atau menyimpang dari aturan pokok itu. Inilah nanti yang akan merupakan kesatuan adat dalam tata prilaku dalam perbuatan dan tingkah laku.
(barih = susunan; balabebeh = pengikat susunan itu)

Barih ba ukue jo petatah, balabebeh ba ukue jo patitih
Susunan adat yang dibangun dengan pahatan kata-kata dalam pepatah yang menjadi ukuran ketentuan adat, sedangkan balabeh adalah hal yang mengatus barih. Jadi membuat aturan itu harus ada aturannya pulan, inilah balabeh.

Basa ampek balai
Merupakan Dewan Menteri Adat Minangkabu antara lain :
  1. Dt.Bandaro di Sungai Tarab, sebagai Pembesar Pemerintahan, yang 
      terkenal dengan Pemuncak Koto Piliang.
  2. Dt. Indomo di Suruaso, sebagai pembesar Perbendaharaan, yang terkenal  
      dengan puro Panuah Koto Piliang.
3. Dt.Machudun di Sumaniak, sebagai Pembesar Politik dan Strategi, yang
    terkenal dengan Aluang Bunian Koto  Piliang.
  4. Tuan Gadang di Batipuah.
      Kemudian oleh Dt.Perpatiah Nan Sabatang ditingkatkan menjadi tiga
      Dewan Menteri lagi.
  5. Tuan Kadhi di Padang Gantiang, Sebagai pembesar Keagamaan, yang
      terkenal sebagai Seluah Bendang koto Piliang.
  6. Rajo Adaik di Buo
  7. Rajo Ibadaik di Sumpur Kudus.

Basasok bajarami
Silsilah keturunan didalam kesukuan menurut garis keibuan.
Basirosok
Suatu tata cara yang lazim dilakukan masyarakat di Minangkabau di pasar ternak, dimana dalam melakukan tawar menawar jual beli binatang ternak ialah dengan apa yang dinamakan "basirosok".Biasanya orang-orang yang datang menjual ternaknya membawa kain sarung, yang hanya disandang saja. Bila seseorang ingin menanyakan kepadanya, berapa dia akan menjual binatang ternaknya, umpamanya seekor sapi. Lalu sipenjual dan si calon pembeli serentak memasukkan tangannya kedalam sarung, sehingga kedua tangan mereka tertutup dan tidak terlihat oleh orang lain.
Kalau si penjual hendak menawarkan sapinya seharga 3.000.000,- rupiah ia menggenggam tiga jari calon pembelinya
(itu berarti ditawarkan 3.000.000,- rupiah).
Kalau calon pembelinya hanya sanggup membeli 2.500.000,- rupiah, si calon pembeli balik menggenggam dua jari dan jari ketiga dibengkokkan dipertengahan.
Kalau sipenjual menggelengkan kepalanya tandanya dia belum mau menjualnya sebanyak yang ditawarkan itu. Kalau menggelengkan kepalanya tandanya tidak setuju.
Tidak akan terjadi kalau seseorang menjual sapi atau kerbau menawarkan dengan memegang tiga jari, lantas si calon pembeli hanya membayar 300.000,- rupiah karena itu diluar patut, bahkan ia bisa dianggap orang sinting.
Basuluah batang pisang
Suatu perbuatan yang dilakukan secara ilegal.
Basuluah matohari, bagalang mato rangbanyak .
Suatu perbuatan yang dilakukan secara legal.
Basuriah bak sipasin, bajajak bak bakiak
Suatu perbuatan jahat yang dilakukan seseorang meninggalkan jejak atau bekas-bekas yang menunjukkan pembuktian -perbuatannya.
Batagak Gadang
Adalah upacara mendirikan penghulu, upacara ini dilangsungkan di rumah gadang.

Batu Bintalak
Adalah batu yang merupakan batas tanah antara tanah tetangga masing-masing. Batu ini tidak boleh dirobah atau  dipindah-pindah. Kalau menanamkan batu bintalak itu harus dengan persumpahan. bila ada yang berani melanggarnya  akan menderita sakit malah ada yang sampai terganggu ingatan, karena kena kutukan sumpah tersebut.
Batuka tando
Bilamana kedua famili antara pihak perjaka dan anak gadisnya telah sepakat dalam suatu perjodohan dalam menuju jenjang perkawinan, pihak famili di gadis datang ke rumah pihak famili perjaka menyerahkan barang bawaannnya, lalu  menukar dengan barang tukarannya kepada pihak famili si gadis. Barang bawan maupun barang tukarannya adalah  berupa barang adat, seperti kain balapak (sebangsa kain songket).Kain ini dikembalikan oleh masing-masing pihak 
setelah selesainya akad nikah kedua calon mempelai. Bilamana perjodohannya dibatalkan oleh  pihak famili si gadis maka tando ( barang bawaannya) tidak dikembalikan  oleh pihak famili si Perjaka, tapi kalau yang membatalkan dari pihak si Perjaka maka merekan harus mengembalikan  dua kali lipat. Namun bagaimanapun juga lawan dari pihak yang membatalkan merasa malu.
Batunggua panabangan
Untuk mayakinkan kebenaran asal usul sebuah suku dapat diketahui dari bukti-bukti peninggalan yang masih tersisa.
Ba undang-undang kapado alua jo patuik
Melakukan sesuatu keputusan dalam ukuran keadilan dan kepatutan.
C

Cancang latiah
Merupakan harta yang berasal dari hasil jerih payah tua-tua dahulunya, sehingga harta itu menjadi harta pusaka bagi cucu-cucunya di hari kemudian (menurut garis matriarchat).
Cancang latiah urang tuo
Harta pusaka berupa sawah, kebun yang digarap oleh orang-orang tua masa lalu, sehingga peninggalan itu termasuk  pada harta pusaka tinggi (tambilang basi). Harta pusaka ini turun temurun tidak boleh dijual, dan hanya dapat dikuasi  dalam suku saja.
Capek tangan
 Orang yang suka mwncuri.

Caro = cara
Caro mufakat
            Bulek aie ka pambuluah
            Bulek kato ka mufakat
            Saciok bak ayam
            Sadanciang bak basi
            Bulek baru digoloangkan
            Pipiah baru dilayangkan
Cara kehidupan dalam masyarakat
            Barek samo dipikua
            Ringan samo dijenjeang
            Nan elok ba imbauan
            Nan sakik basilauan
            Nan kamalangan ba ambauan
Cara memimpin masyarakat
            Kamanakan barajo ka mamak
            Mamak barajo ka pangulu
            Pangulu ba rajo ka mufakat
            Mufakat ba rajo ka nan bana
            Bana badiri sandirinyo
            Nan dimakan alua jo patuik
Cara ekonomi
            Ka sawah babungo ampiang
            Karimbo babungo kayu
            Ka sungai babungo pasie
            Ka lauik babungo karang
            Ka tambang babungo ameh
            Batanan nan bapucuak
            Mamaliharo nan banyawo
            Nan lunak ditanam padi
            Nan kareh dibuek ladang
Cara hidup soaial
            Nan ado samo dimakan
            Nan tidak samo dicari
            Hati gajah samo dilapah
            Hati tungau samo dicacah
            Tarapuang samo hanyuik
            Tarandan samo basah
            Tasilantang samo minum hujan
            Ta tungkuik samo makan tanah

Cilako mudo [1]
Cilako Mudo arti Kelemahan orang muda-muda. Ada tiga macam :
1. Mudo parisau,: Siang malam bahati rindi, patang pagi bahati rambang,
    balun diimbau lah babunyi, balun dikabik inyo lah datang, balun dijujai i     
    inyo lah galak, bak katidieng tangga bingkai, bagai payuang tabukak   
    kasau, pahamnyo kambieng  dek ulek, sabab digilo angan-angan . Itulah 
    sifat mudo cilako.
2. Mudo pangusau :  Iyolah bak pantun urang tuo, cincin perak duo parmato,
    cincin timbago bakilatan, lah ribuik sapanuah koto, adat rang mudo
    bakasabutan. Ilie mudiek inyo manyusah, kiri kanan mamacah parang,
    dari jorong ka sapanuah koto, dari kampuang ka saganok kampuang,
    barang taumbai nan ma elo, apo nan tampak nak manariek,  inyo nak
    mandapek sajo, mamintak indak dengan suko, mambali indak dengan
    harago, bagai balam tabang randah, ayam dilasuang tasimbaba, sabab
    dimabuek uwe-uwe.
3. Mudo langkisau : Itulah yang muda lidah aie, labuah sampik kudo
    manyipak, arang kareh lari manyimpang, ikue kupik kapalo randah,.
    Jangguik taba ajaran kurang, itulah mudo nan cilako sabab takabue dalam
    hati, tidak mamakai raso pareso, tidak manaruah  malu jo sopan , hereang
    jo gendeang apo la-i.



Cilako tuo
1.       Nyinyie tak manantu : bak balam talampau jinak, ma angguak-angguak tabuang aie, mancotok-cotok kili-kilinyo. Dimabuak kecek lunak lambuik, rundieng bak sarasan tajun, indak mambari palajaran, kato bak bunyi gunuang runtuah, indak banasehat ba umanaek, batutuah ba olok-olok, manyingguang mato bisua urang, itulah tuo nan cilako sabab tak ado barilimu.
2.       Damuik badak jantan :  Tak saketek juo tahu diduri, kulik surieh jangek lah luko, namun lenggok baitu juo, bagai kabau jalang kareh hiduang, pa unyuik pambulang tali, indak tahu dimano kandangnyo.  Bak ilimu tukang rabab, tak bulieh bakandak hati, hanyo manuruik katonyo surang, sadikikpun tak bulieh disalahi, itulah tuo nan cilako, sabab miskin pado budi.
3.       Riang-riang asam :  Bagai kancah laweh arang, paham bagai tabuang sarueh, kalo dapek galitiknyo taruah bana bak katidieng, kalo tak pandai mangawainyo, tasuruakbana bak anjalai, kalo pandai ma uju-ujukan, dipunyo bamuko-muko tapi siapo nan indak manuruikkan, banyak upatan dari balakang, sampai dicacek dihinokan, buruak dan aib dipatimbuakan, disinan setan duduak bajuntai, pado lidahnyo iblis batahan, itulah tuo nan cilako, sabab tak kasiah akan agamo. :

Cupak [2]Usali
Adalah ketentuan-ketentuan adat yang belaku di semua nagari di Minang-kabau, tentulah berarti  cupak usali merupakan rujukan dari aturan secara keseluruhan wilayah adat. Namun demikian setiap nagari dapat membuat ketentuan adat setempat yang tidak berlawanan dengan cupak usali yang dinamakan cupak buatan.


Cupak buatan
Adalah ketentuan adat yang berlaku pada masing nagari yang disesuaikan dengan kekususannya masing-masing. Bilaman terjadi kekilafan-kekilafan membuat cupak buatan ini, mereka akan mencari atau merujuk pada cupa usali. Dari sisi mulai tercermin demokrasi dan hak otonomi. Namun mereka tetap mempertahankan keuthan adat, seperti dikatakan pepatah ” sa danciang bak basi, sa ciok bak ayam”


D
Dago dagi
Adalah suatu perbuatan pengacauan dengan jalan fitnah, issue sehingga menjatuhkan martabat atau nama baik orang lain.
Dalam duo tangah tigo,tunjuak luruih kalingkiang bakaik 
Dinyatakan kepada orang-orang yang tidak jujur.
Dek padi mangko manjadi
Dengan makanan yang cukuplah segala kegiatan dapat berlangsung.
Dek sakato mangko ado .
Ditinjau dari sosiologi hukum, kalau orang bersatu akan makmurlah kehidupan masyarakatnya.
Dibao pikek dibao langau
Seseorang yang sering bolak-balik dekat suatu tempat dan tidak tentu arah dan maksudnya, diperkirakan orang itu bakal melakukan sesuatu yang tersembunyi, yang mungkin merencanakan perbuatan yang tidak baik.
Dibuang sepanjang adat
Bila seseorang membuat kesalahan besar didalam adat, ia akan dibuang sepanjang adat. Orang yang dibuang sepanjang adat tidak akan dibawa serta dalam segala hal, bahkan tidak disangka berada dikampung itu, sehingga akhirnya ia meninggalkan kampungnya buat selama-lamanya.
Contoh kesalahan besar didalam adat : orang yang melakukan perkawinan dengan orang sesukanya, atau melakukan perbuatan zinah dengan orang sesukanya.
Ditimbang jo ameh perak.
Bila seseorang telah merugikan orang lain, maka ia harus menggantikannya dengan uang, emas atau perak, maka dengan begitu selesailah tuntutan atas kesalahnnya.
Ditimbang jo budi
Bilamana seseorang membuat kesalahan, setelah ia berjanji akan menghapus kesalahannya, dengan jalan merawat orang diakibatkan perbuatannya, bahkan kadang-kadang ia bersedia pula menikahi anak atau kemenakan orang yang diciderainya, maka ia dapat dibebaskan dari tuntutan yang berat.
Ditimbang jo nyao
Hukum yang dijatuhkan kepada seseorang karena ia telah melakukan perbuatan pembunuhan, kemudian ia dibunuh  pula, maka selesailah tuntutan atas perbuatannya itu. Utang nyawa dibayar nyawa.
Ditimbang jo rundingan
Bilamana seseorang melakukan kesalahan, kemudian ia mengakui kesalahannya, maka diadakan perdamaian, maaf memaafkan dihadapan ninik-mamak.
Dubalang
Adalah petugas keamanan dalam Nagari.
Dubalang Benda
Orang yang ditunjuk bersama-sama untuk mengurus pengairan dan pembagian air sawah.

Duduak surang basampik-sampik,
Duduak basamo balapang-lapang,
Taimpik nak diateh,
Ta kuruang nak dilua,
Bajalan baduo nak ditangah,
Bajalan surang nak dahulu,
Sampik lalu, lungga batokok,
Tagang bajelo-jelo,
Kanduan badantiang-dantiang,
Ingek-ingek nan diateh, nan dibawah ka ma impok,
Tirih kok datang dari lantai,
Galodo kok datang dari ilie,
Jarek sarupo jo jarami,



E
F
G
Gadang indak talilik, tinggi indak tasundak, malenggang indak tapepeh
Pemimpin masyarakat  iru harus bisa menyesuaikan tindakannya dengan keada dimana saja, kapan saja.

Gadang malendo
Orang yang sedang berkuasa berbuat sewenang-wenang terhadap orang-orang kecil. Sifat ini merupakan pelanggaran adat, sehingga masyarakat memberikan hukuman yang berat kepadanya, dengan jalan menjauhi, dan tidak menghargai dia lagi sebagai orang terpandang. Begitu beratnya hukum yang diberikan masyarakat terhadapnya yang menimbulkan tekanan batin yang berat.
Gadang menyimpang .
Mendirikan penghulu baru dengan jalan menyimpang, yang berarti  tidak sesuai lagi dengan penghulu suku yang lama.
H
Hibah
Harta yang diperoleh dari pemberian.
Hiduik bakarilahan
Bila seorang penghulu suku sudah uzur karena usia lanjut dan merasa tidak dapat menjalankan tugas kesukuannya, maka penghulu tersebut minta agar ia digantikan oleh yang lebih muda. Setelah didapatkan penggantinya maka 
penghulu lama menyerahkan kekuasaannya kepada penghulu baru.
Dalam adat diungkapkan,bahwa apabila :
            Lurahlah dalam, bukik lah tinggi
            Jalan tak tatambuah, labuah tak ta turuik
Hiduik bakarilahan ini dilakukan menurut prosedur adat pula dan diwajibkan berjanjang naik bertanggo turun, yakni:
            Bulek di rumah,, dibao ka halaman
            Buleh di halaman, dibao ka susu,
Bulek di suku dibao ka nagari 

Hidup dikandung adat, mati di kanduang tanah
Segala tingkah laku dan perbuatan yang merupakan sikap hidup dalam masyarakat haruslah mengikuti aturan-aturan  dan tatalaksana adat yang telah berlaku turun-temurun. (aturan-aturan itu dalam bentuk tidak tertulis, namun dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat); lihat Limbago nan sapuluah. Dan setelah meninggal dunia dikebumikan, artinya  putuslah bubungannya dengan adat. Anak menjadi yatim, istri menjadi janda, kalau yang bersangkutan penghulu maka 
gelarnya akan digantikan oleh kemenakannya (patah tumbuah hilang baganti pusako tingga di nan mudo)

I
Ikan basirieng,buruang ba kapak
Sawah ba pirieng, ladang balupak.
Ada istilah dalam satuannya.: Kalau sawah satuannya piring, kebun/ladang satuannya lupak.eumpamanya seseorang menggadaikan sahnya kepada orang, harus jelas berapa piring (petak sawah) msawahnya atau berapa lupak (petak ladang)  ladangnya .



J
Janang
Orang yang mengatur segala sesuatu dalam suatu perhelatan, ia mengetahui dimana seharusnya tamu ditempatkan. Dia banyak mengetahui orang-orang kampung yang datang pada undang tersebut.  Kalau sekarang dapat kita samakan dengan ketua panitia suatu perhelatan.

Jiko urang kaciek digadangkan,
Katonyo lalu siah lapah,
Indak manenggang hati urang,
Lupolah inyo di tidaknyo,
Jadi biasolah nagariko

Jiko urang binguang digadangkan,
Indak tahu dicupak gantang,
Kurang diadat jo limbago,
Jadi binasolah nagariko

Jiko urang musikin digadangkan,
Labiah mamandang ameh perak,
Adat limbago dijuanyo,
Jadi binasolah nagariko.

Jilatang Kampuang
Orang yang suka mengganggu dan membuat susah orang lain, orang yang tidak disukai masyarakat sehubungan  dengan prilakunya.
Juaro balai
Orang yang mengatur tata tertib balai perjudian, dan bila terjadi suatu perselisihan ia harus dapat menyelesaikan. Oleh  sebab itu ia adalah seorang yang pintar dan pemberani. Pandai menyelesaikan secara lunak dan bijaksana, tetapi juga bisa menjadi pendekar dalam bentrokan pisik.
J
K
Kacondong mato rang banyak
Oleh karena sikap, tingkah laku, serta taraf ekonominya  sekonyong-konyong berubah menanjak, dan perubahan itu  tidak diketahui asal usulnya, maka orang ini dapat diperkirakannya telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
Ka lurah samo manurun, ka bukik samo mandaki
Seiya sekata.

Kamanakan dibawah dado
Yakni kemenakan yang hanya sama kesukuannya tapi berlainan peng-hulunya dan tidak pula sabarek sapikua.
Kamanakan dibawah daguak
Yaitu kemenakan-kemenakan yang ada hubungan darah baik dekat maupun jauh.
Kamanakan dibawah lutuik
Yakni kemenakan yang berbeda suku dan nagari asalnya, tapi minta  pe-lindungan kedalam pesukuannya.

Kemanakan dibawah pusek
Istilah kemenakan yang hanya sama pesukuannya, tapi berlainan nagari.
Karajo baiak ba imbau-an
Bila ada sesuatu kenduri perkawinan, khitanan, turun mandi anak dan lain-lainnya harus diberi tahukan, atau diundang segala kaum kerabat.
Karajo buruak baambau-an
Bilamana ada musibah, seperti kematian, sakit, terbakar rumahnya, ke-malingan, kerampokan, dan bencana-bencana lainnya, haruslah segenap anggota keluarga masyarakat itu langsung berdatangan tanpa diberi tahukan.
Kato alim, kato hakiki
Apa yang diucapkan oleh ulama merupakan ajaran yang pengetahuan inti, dalam ajaran agama Islam, sebab semua perkataannya berdasarkan Kitabullah.
Kata antah, kato dipakatokan
Bilamana suatu keputusan yang masih dalam karaguan, haruslah diulang kembali memusyawarahkannya, untuk mengambil "kato iyo" atau "kato indak".
Kato Bagalau, kato binasa
Perkataan atau ucapan orang banyak yang tidak menentu sulit untuk diambil sebagai bahan keputusan atau kebijaksanaan tanpa diselidiki kebenarannya sehingga dapat merusak suasana kedamaian dalam masyarakat. Dan penghulu dalam memberikan keputusan memerlukan data yang sesungguhnya, karena seperti telah diketahui  adat bersendi sarak, sarak bersendi Kitabullah.
Kato bangih, kato talampau
Perkataan atau keputusan yang dilahirkan dengan kemarahan oleh seorang pimpinan adalah merupakan suatu tindakan yang tidak sesuai dengan kepemimpinannya. Yang dimaksud dengan talampau (terlampaui) adalah kedudukannya sebagai pimimpin atau jabatan yang dipegangnya itu tidak sesuai dengan kedudukannya sebagai pimimpin.Seharusnya dia belum pantas memegang jabatan setinggi itu, karena orang pemarah (pambangih) adalah orang kecil yang tidak berpengetahuan.
Kato basandiang, kato malukoi
Perkataan atau ucapan yang tajam akan merusak perasaan orang lain, ini merupakan perkataan orang yang tidak tahu diadat, karena perkataan yang tidak bijaksana adalah perkataan orang  rendah martabatnya dipandang masyarakat.
Kato Baso, kato Mardeso
Apa yang diucapkan oleh orang-orang besar penuh mengandung pengetahuan dan kebijaksanaan yang menyenangkan masyarakat. Kalau orang besar melakukan sebaliknya maka masyarakat tidak akan mempercayainya lagi.
Kato dahulu, kato sabananyo
Kesepakatan atau perjanjian yang pernah dibuat harus dipatuhi oleh pihak-pihak yang bersangkutan.
Kato dubalang, kato mandarah  
Perkataan hulu balang harus jelas dan tegas, sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Kato Duo, kato maragu  
Suatu keputusan yang bermakna ganda, akan selalu meragukan, oleh sebab itu harus dihilangkan pengetahuannya menjadi tunggal.
Kato Iyo, kato baturuik
 Suatu ucapan atau kesepakatan yang telah disetujui haruslah dituruti dan dilaksanakan. Kalau tidak, berarti mungkir janji, dan dianggap munafik.
Kato kamudian, kato babuek.
Adalah merupakan perubahan atau penyimpangan dari apa yang telah diperjanjikan semula.
Kato mancari kawan
Dalam adat istiadat Minangkabau, bahwa suatu perkataan haruslah sifatnya mencari kawan atau persahabatan, dan tidaklah mencari permusuhan. Oleh sebab itu setiap tutur kata haruslah membuat orang simpati terhadap si pembicara. Adat selalu menuntut perdamaian yang sebenarnya, hingga perkataan perlu diikuti oleh perbuatan, agar ia berlangsung secara langgeng.
Kato mencari lawan
Ini adalah lawan dari Kato mancari kawan, yang merupakan perbuatan yang tercela bagi seorang yang beradat di Minagkabau.
Kato Mudo, kato basimanih
Tutur kata orang muda-muda haruslah manis bahasanya, sopan santun isi dan maknanya.
Kato mupakat, kato dijunjuang
Segala hasil keputusan mufakat, yang harus dilaksanakan oleh masyarakat.
Kato Pangulu, kato balipek
Apa yang diucapkan oleh seorang penghulu, banyak maknanya bagi masyarakat sehingga kalau dijabarkan akan mempunyai pengertian yang luas dan dalam.
Kato pusako
Yaitu kata-kata pusaka yang diwariskan oleh nenek moyang sebagai pedoman dalam adat istiadat yang diamalkan oleh masyarakat dalam tata pergaulan hidup.
Kato rajo, kato malimpah
Perkataan raja merupakan pegangan dan pedoman bagi seluruh masyarakat.
Kato Rang Bijaksano, kato mangalah.
Perkataan orang yang bijaksana adalah perkataan yang tidak menantang, atau membuat tantangan yang menimbulkan goncangan, akan tetapi dalam bentuk mendidik dan membawa kepada kebenaran.
Kato Rang Pandai, kato bermakna
Para Cerdik Cendekia hanya akan mengatakan perkataan-perkataan yang mengandung arti yang dalam dan penuh ilmu pengetahuan. Bila tidak demikian fungsinya sebagi orang pandai tidak akan berarti bagi masyarakat.
Kato Rang Tuo, kato manyalasai
Perkataan orang tua sifatnya menyelesaikan persoalan, dan tidak menimbulkan persoalan. Kalau ia berbuat sebaliknya, maka hukuman yang ditimpakan masyarakat kepadanya adalah dia tidak didudukkan pada posisinya sebagai orang tua lagi, hilanglah kehormatan atas dirinya.
Kato Takuik, kato tak lalu  
Ucapan atau keputusan yang dibuat karena ketakutan, tekanan-tekanan, tidak akan memberikan hasil yang sebenarnya, sehingga tujuan masyarakat tidak akan kunjung terkabul, yang berarti suatu perkosaan terhadap hak-hak pokok dari masyarakat.
Kato Tido, kato mati
Bilamana suatu keputusan sudah mengatakan "tidak", itu berarti betul-betul tidak dapat diubah lagi. Karena "tidak" sudah merupakan larangan, dan kalau masih dilaksanakan berarti telah melanggar kesepakatan.
Kato Pangulu, kato balipek
Kato Malin, kato hakikaek,
Kato Manti, kato manghubuang,
Kato Dubalang kato mandareh,
Kato Rang banyak kato babaluak

Kato Adat
Kato adat sapatah sadang
Putusan adat  tak dapat diganggu gugat :
Tibo dadaun, daun ruruik,
Tibo didahan, dahan rantiah,
Tibo dibatang, batang rabah
Tibi diurek,urek mati
Tibo dibatu, batu pacah
Tbo ditanah, tanah lambang
Tibi didagiang, dagiang hancua
Tibo ditulang, tulang caia
Tibi didarah, darah karieng        

Kok pandai bakato-kato, bak santan jo tangguli
Kok tak pandai mangaluakan kato, bak alu pancukie duri
Kalau pandai berbicara, akan enak didengar orang dan cepat dimengerti,
Tapi tak pintar berbica akan susah dimengerti orang yang mendengarnya.

L
Laki-laki samalu, parampuan sarasan
Rahasia laki-laki sama-sama diketahui oleh laki-laki, begitu juga perempuan

Lareh
Adalah sistim pemerintahan dalam adat Minangkabau. Kelarasan Bodi Caniago mempunyai sistim Demokrasi dibawah Datuk Perpatih Nan Sabatang. sedangkan Kelarasan Koto Piliang yang mempunyai sistim Otokrasi berada dibawah Datuk Ketumanggungan.Dalam Kelarasan Bodi Caniago, jumlah suku dalam setiap nagari berjumlah genap, sedangkan pada Koto Piliang berjumlah ganjil.
Lareh Nan Duo  
Kerajaan Minangkabau terdiri dari dua kelarasan, yakni kelarasan Bodi Caniago dan kelarasan Koto Piliang.
Limbago Nan sapuluah
Limbago nan sapuluah ini merupakan intisari hukum adat di alam Minangkabau, yang terhimpun dalam sepuluh kata induk, atara lain :
  1. Cupak Usali
  2. Cupak Buatan
3. Undang-Undang luhak
  4. Undang-Undang Nagari
  5. Undang-Undang dalam Nagari
6. Undang-Undang Nan Duopuluah
  7. Kato Pusako
  8. Kato Dahulu
9. Kato Buatan/Kato Mupakaik
10. Kato Kamudian
Limpapeh rumah nan gadang
Lambang keturunan menurut matrilineal, dimana ibu merupakan tiang keluarga dalam kesukuan di Minangkabau.
M
Maantakkan kayu bajipang
Melakukan suatu perbuatan yang belum didapatkan kata sepakat, sehingga tidak dapat memberikan hasil yang baik sesuai dengan apa yang dimaksud semula.
Maharajo Dirajo
Gelar Maharajo Dirajo adalah berasal dari kependekan dari Maharajo Adhi Rajo, yang artinya raja segala raja yang berdaulat (King of King)
Adhi berasal dari bahasa Sangskerta yang artinya ”mulia”. Adhi raja adalah gelar yang tertinggi dalam suatu kerajaan. Dalam penuturan ”Maharaja Adhi Raja” menjadi ”Maharaja Diraja” Di Minangkabau menjadi ”Maharajo Dirajo”. Sesungguhnya ”Maharajo Dirajo” suatu gelar martabat sebagaimana gelar ” Sri Paduka Yang Mulia, Daulat yang Dipertuan Besar”.

Makan masak matah
Orang yang suka berbuat jahat dan mengganggu ketenteraman orang lain, atau orang yang sering dan suka melakukan perbuatan tanpa  mementingkan halal atau haram, melanggar kesopanan dan lain-lain perbuatan yang melanggar adat dan hukum yang berlaku.
Malakekkan baju balipek
Mengangkat penghulu, dari sebuah kesukuan yang telah lama lowong berhubung calon penggantinya masih kecil pada waktu penghulu yang lama itu meninggal.
Malangkah di ujuang padang,
Basilek di ujuang karih,
Kato salalu ba umpamo
Rundiang salalu ba kiasan
Setiap tindakan harus telah diperhitungkan risikonya.
Dalam mengungkapkan segala sesuatu tidak selalu harus terus terang, akan tetapi harus dikatakan secara perumpamaan dan atau kiasan agar tidak terlalu menyinggung perasaan pribadi atau masyarakat.

Maliang curi
Suatu perbuatan yang mengambil hak milik orang lain dengan jalan melakukan pengrusakan tempat, atau rumah selagi  pemiliknya lengah.
Malin
Adalah orang yang dituakan untuk menyelenggarakan segala hal yang berrhubungan dengan agama. Dia dianggap dalam adat sebagai orang terkemuka dalam bidang agama Islam.
Mamaga karambia condoang
Memelihara orang atau melindungi orang yang berpihak kepada orang lain, yang merugikan kita sendiri.
Mambangkik batang tarandam
Bila seorang penghulu meninggal, maka seharusnya sudah langsung diganti, tapi berhubung ada aral melintang, seperti terjadinya sengketa yang sulit untuk diatasi. Maka penghulu tidak dapat diganti selama bertahun-tahun. Hingga pada suatu kesempatan maka diangkat penghulu baru.
Mambilang dari aso
Mengerjakan sesuatu harus sesuai dengan urutannya, kalau tidak akan menjadi kacau balau

Mamikua lamang angek
Orang yang menanggung (memikul) resiko atas perbuatan atau kesalahan orang lain.
Mancabiak baju didado
Membukakan aib diri sendiri atau kaum keluarga sendiri, yang merupakan tabu dalam satu kesukuan.
Mancancang ba landasan, malompek ba situmpu.
Setiap keputusan dan perbuatan itu harus ada dasar hukumnya.
Mancari lantai tajungkek.
Mencari-cari kesalahan orang lain untuk menjatuhkan nama baik orang tersebut.
Mandi jo aia sagaluak
Diberi malu oleh seseorang didepan orang ramai.
Mangaji dari alif
Dalam melakukan suatu pekerjaan, perbuatan dan perkataan haruslah secara teratur susunannya. Bilamana ini tidak dilakukan, akan dinilai oleh masyarakat sebagai orang tidak tahu adat, dan sekaligus dianggap sebagai orang bodoh, yang kelak tidak diikut sertakan dalam urusan dalam masyarakat ataupun dalam kesukuannya sendiri.
Mangambang Nan Balipek.
Mendirikan penghulu baru yang tidak dapat dilakukan pada waktunya ter-tangguh karena belum didapatkan kata epakat.
Manggayuang putuih
Memberikan kata putus dalam mengadili suatu persengkataan atau masalah yang perlu mendapatkan keputusan.  Ini merupakan wewenang seorang penghulu.
Mangguntiang dalam lipatan,manuhuak kawan sairiang
Orang yang tidak jujur dalam bersahabat akan sangat tercela menurut tata-krama adat.

Manggantikan lapiak
Kawin dengan saudara istri setelah istrinya meninggal dunia.
Mangguntiang siba baju
Mendirikan penghulu karena terjadi sengketa yang tidak dapat didamaikan sehingga penghulu kini menjadi dua.
Manguak saabih sauang,
Maawai saabih raso,
Bapikie saabih aka,
Bausaho saabih tulang
Abih dayo badan talatak
Abih pahan aka baranti
Kato pun putuih sandirinyo
Manyarah kita kapado Tuhan

Manti
Adalah pembantu Penghulu dibidang tata laksana pemerintahan Nagari, atau oramg yang menyampaikan segala perintah kepada setiap anggota pesukuan dan menyampaikan segala pesan kepada penghulunya.
Manurunkan Nan tagantuang
Mendirikan penghulu baru setelah tertunda karena calon penghulu belum cukup umur.
Mati batagak budi .
Apabila Penghulu meninggal dunia maka diadakan penggantinya dengan segera diwaktu tanah pekuburannya masih merah (Belum ditumbuhi rumput).
Mato banyiah
Seluruh Rang Sumando.
Mului tataruang ameh padanannyo, kaki tataruang inai padanannyo,
Setiap perbuatan itu ada akibatnya

Murah kato takatokan, sulik kato jo timbangan
Perkataan yang sembarangan gampang mengucapaknya, tapi perkataan perkataan yang benar dan tepat membutuhkan pertimbangan bijak
Kok pandai bakato-kato bak santan jo tangguli, kok tak pandai mangaluakan kato bak alu pancukia duri.

Musyawarah adat Nagari.
Merupakan musyawarah adat nagari, yang terdiri dari urang ampek jinih (empat golongan), antara lain :
  1. Penghulu (kepala sebuah suku, merangkap sebagai hakim).
2. Cadiak pandai yang terdiri dari Panungkek (orang yang mewakili   
    Penghulu dalam urusan nagari, jika Penghulu berhalangan). Cerdik 
    cendikia, dan mamak-mamak lainnya.
  3. Alim Ulama.
  4. Parik Paga, ialah Penegak Hukum Adat, antara lain :
      a. Manti, ialah Jaksa Adat
      b. Hulu-balang, ialah Panglima Adat
c. Pandeka, ialah Polisi Adat
     d. Nan mudo matah, ialah pemuda-pemudi yang berada, sebagai 
    pegawai-pegawai dan pembantu lainnya.

N

Nak kayo badikik-dikik
Kalau ingin menjadi kaya hiduplah dengan hemat.
Nak luruih rantangkan tali
Kalau kita ingin dipercayai masyarakat haruslah berlaku jujur.
Nak mulia, tapek-i janji
Kalau ingin dihormati dan dimuliakan orang, selalu menepati janji.
Nak tuah, batabua urai
Kalau hanya ingin disanjung banyaklah memberi kepada orang.


Nak tinggi naiekkan budi
Bila ingin terpandang naikkan budi pekerti

Nak aluih baso jo basi
Budi baiek baso katuju, muluik manih kucindan murah,

Nak elok lapangkan hati
Sabar itu pelita hati. Makanya orang sabar dan lapang dadanya adalah ciri orang baik

Nak taguah paham dikunci
Pendirian yang teguh itu tak akan gampang diobang ambing keadaan. Jangan hendaknya munuhuk kawan seiring, menggunting dalam lipatan, telunjuk lurus kelingking berkait

Nak labo bueklah rugi
Untuk mendapatkan laba harus punya modal, apakah itu modal uang ataupun modal tenaga (jeruh payah), barulah kemudian akan mendapatkan hasil.


Nak kayo kuek mancari
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal harus bekerja keras

Nak luruih rantangkan tali
Kejujuran itu harus terukur. Belum bisa seseorang dikatakan jujur apabila belum teruji kejujurannya. Jujur itu juga perbuatan sesuai ucapan

Nan dek ameh sagalo kameh,
Dek padi sagalo jadi,
Elok lenggoang dinan data,
Rancak rarak dihari paneh,
Elok baso dinan lai,
Mujilih di tai aie,
Hilang rono dek panyakik,
Hilang bangso tak barameh
Nan bungkuak mamakan saruang
Barang siapa yang menyimpang dari ketentuan semula, akan mendapat ganjarannya sendiri.
Nan buto pa ambuih lasuang, nan pakak palapeh badie, nan lumpuah pa ngajuik ayam, nan kuaik pambao baban, nan bela ka disuruah-suruah, nan cadiek lawan barundiang, nan tuo dimuliakan, nan ketek disayangi
Segala sesuatunya diserahkan kepada kelebihan dan kekurangannya msing-masing.

Nan rajo kato mupakat, nan bana kato saiyo
Hasil mufakat adalah raja, yang benar itu adala kata seiya sekata.

Niniak Nan Batigo.
Di Minangkabau terdapat niniak nan batigo yang menjadi tokoh dalam pemerintahan,yakn‚ Datuk Perpatih Nan  Sabatang, Datuk Ketumanggungan dan Cati Bilang Pandai.
O
P
Padi dikabek jo daunnyo,,
Manusia dikabek jo akanyo , sarato di elo jo budinyo


Paga makan tanaman
Orang yang seharusnya melindungi, malah dia sendiri yang merusaknya. Oleh karena itu masyarakat memberikan hukum yang lebih berat kepadanya.

Pakaian Penghulu
Pakaian Penghulu di Minangkabau sangat berbeda dengan pakaian-pakaian pemuka adat daerah lain di Indonesia, mari kita simak pakaian penghulu yang aslinya dulu sebagai berikut :
1.      Destar Bakatak (Deta Bakaruik) warna hitam, panjangnya 4 a 5 hasta
Badeka panjang bakaruik, bayangan isi dalam kulik, panjang tak dapek kito ukue, leba tak dapek kito bilai, salilik lingkaran kalieng, ikek santuangan jo kapalo
Tiok katuak ba undang-undang, tiok liku aka manjala, dalam karuik budi marangkak, tambuak dek pahan tiok lipek, lebanyo pandindiang kampuang, panjangnyo pandukuang anak kamanakan, hamparan di rumah gadang, paraok gonjoang nan ampek,. Dihalaman manjadi payuang panji, hari paneh tampek balinduang, kalo hujan tampek bataduah, dek nan salingkuang cupak adat, nan sapayuang sapatagak, sarato nan dibawah payuang dilingkuang cupak, syarikat atau sapakat warih mandirikan. Panjang palilik koroang, balingka nan sabuah kaum, manjala masuak nagari.
2.      Baju hitan berlengan lebar, badannya lapang, tidak mempunyai buah baju dan saku. Ujung dan samping  dari lengan dan baju itu diberi benang emas
Baju hitam gadang langan, langan tasenseang tak pambangih, bukan karano dek pamberang, tapi pangipeh ngipeh nak nyo dingin, pahampeh miang dikampuang, pangikih sifat nan buruak, mangilek ma ngalimatang, tatutui jahik pangka langan, mambayangkan mauleh indak babuku, mambuhua indak mangasan. Lauik ditampuah indak barombak, padang ditampuah tak barangin, budi aluih bak lauik dalam, sifatnya bapantang kahajukan, mangapuang pasie nan jadi pantangannyo
Langan ba miliek kiri kanan, bamisieh makau kaamasan, gadang barapik jo nan ketek, tando rang gadang ba pangirieng,. Baukua jambo jangkaunyo, untuk baagak maagiehkan, murah jo maha mambatasi, martabat nan anam dipakaikan. Indak basaku kiri kanan, alamaeknyo nan bak kian, indak pangguntiang dalam lipatan. Lihie nan lapeh tak batakuak, babalah hinggo ka dado. Manyatokan panghulu alamnyo leba, mamakai sifat lapang hati,, bumi laweh ba padang lapang, gunuang tak runtuak karano kabuik, lauik tak karuah karano ikan, rang gadang martabaeknyo saba. Tagangnyo bajelo-jelo, kanduanyo badandiang-dantiang. Pahik manih pandai malulue, cando kaiyo ka sadonyo, situ martabaek nan anam bahimpunnyo.
Tagangnyo ta julai-julai
Kanduenyo badantieng-dantieng
Hati lapang pahan salasai
Cukuik syarat kato jo rundieng

3.       Kain samping (sarung) biasanya adalah kain songket warna kemerah-merahan dan berkemilau.
Saruang sabidang diateh lutuik, kayo dan miskin alamaeknyo, ado batampuak kaduonyo, lurui dalam tak bulieh senteang, patuik senteng tak buliah dalam, karajo hati kasadonyo, mungkin jo patuik ba ukuran.
Tanah merah bacukalaek, tando barani karano bana, ilmu bak bintang bataburan, sumarak di dalam koto mancayo masuak nagari.
Payokumbuak baladang kunyik,
Dibao nak rang ka Kuantan,
Bapantang kunieng dek kunyik,
Tak namuah lamak dek santan

4.       Cawek atau ikat pinggang yang warnanya bermacam-macam tetapi mempunyai jambur diujungnya, panjangnya kira-kira satu hasta.

Cawek suto bajumbai alai, saeto pucuak rabuangnyo, saeto pulo jumbai alainy, jumlbai nan tangah tigo tampok, ka palilik anak kamanakan, kalo tapaciek dikampuangkan, kalao tacicie inyo japuik,, kan panjawek akan budinyo, kan pamauik pusako datuak,nak kokoh lua jo dalam, nan jinak nak makin tanang, nan lia jan batambah jauah. Kabek sabalik buhua sintak, kokoh tak dapek kito ungkai, guyahnyo bapantang tangga. Lungganyo bak caro dukuak dilihie, ba bukak mangkonyo tangga, jo rundiang mangko ta ungkai, kato mufakat pambukaknyo.

5.       Keris yang disisipkan pada sebelah muka dicondongkan kekiri. Keris Minangkabau yang asli adalah keris yang bengkok-bengkok atau mempunyai alun sejak dari pangkal hingga pertengahan matanya.
Nan rajo tagak dibarih,
Kok Panghulu tagak di undang
Bukan murah basisik karih,
Kapalang tangguang pusako hilang

Bakarih siganjo erah,
Lahie batin pamaga diri,
Patah lidah bakeh alah,
Patah karih bakeh mati

6.      Kain sandang atau kain selendang yang warnanya ada yang hitam dan ada yang merah.Kalau dahulu cukup mempunyai anak kunci dan ada juga disebut cedar.
Di baho manyandang kain ketek, kain cundai ampek sagi, pa apuih paluah di kanieng, pambungkuik nan tingga bajapuik, pangampuang nan tacicie. Kato dahulu ba tapeti, kato kamudian kato bacari, tak buliah tidak janyo adat. Tandonyo Tuhan basifat kadim, manusian basifat kilaf,. Dirantai kunci tagantuang, banyaknyo salapan baleh buah, kalau ditinjau alamatnyo, kok tibo dimaso kayo, ka pambuek peti ka baragieh, kok tibo dimaso bansaek, pangunci puro basicekea,. Kalolah tibo maso murah, pambuka peti ka baragieh, pambuka peti pakaian, panurui alua nan luruih, ka pananpuan jalan nan pasa. Kalau diadat nan bapakai, ditiang panjang Simaji Lelo. Kalo pusako kabajuntai, pambukak peti bunian. Baiek digantang nan tatagak, atai cupak nan baisi, panyingkokkan simpanan adat, panyimpanan kato  kabulatan, nak kokoh barih jo balabeh.

Elok nagari dek penghulu,
Rancak tapian dek nan mudo,
Kalau akan memegang hulu,
Pandai mamalihari puntiang dan mato

7.       Celana hitam dan ada juga yang merah. Ca ini lapang dan kakinya besar. Bahkan pembikinan celana ini merupakan ksulitan juga oleh penjahit-penjahit masa sekarang .
Basarawa hitam gadang kaki, ka panuruik alua nan luruih, ka pananpuah jalan nan pasa, kadalam koroang jo kampuang, sarato koto jo nagari, langkah salasai baukuran, martabat nan anam mambatasi, murah jo maha ditampeknyo,baiyo mako bakato, batolan mako bajalan.
Bajalan surang tak dahulu,
Bajalan baduo tak ditangah,
Hemat cermat lah dahulu,
Martabat anam janlah lengah

8.       Tongkat yang terbuat dari kayu dengan kepala perak lurus dari ujung sampai ke pangkalnya. Ada juga yang diulas dengan tanduk.
Pamenannyo tungkek kayu kamat, ujuang tanduak kapalo perak, panungkek adat jo pusako,  barih tatagak nak jan condoang. Sako nan tatap di inggiran, inggok antaro balun kanai, gantang nak tagak jo lanjuangnyo, sumpik nak tagak jo isinyo, adat nak tagang jo limbago.


Pamatang.
Pamatang adalag batas antara petak-petak sawah, sekaligus menjadi batas sawah pemilikya dengan sawah tetangga- tetangga lainnya. Pematang tidaklah dapat dirubah, karena perubahan berart‚ merubah batas pemilikan.

Pancang
Tanda sebaga‚ batas tanah.

Pandam pakuburan .
Suatu tempat pekuburan dari anggota-anggota sebuah suku tertentu, yang melambangkan keaslian dan kesempurnaan  dar‚ satä pesukuan tersebut.

Panghulu.

Adalah orang yang dipilihh diangkat sebagai kepala suku.

Penghulu yang tercela  [3]

1.  Penghulu nan ditanjuang,
     Sapantun sipongang dalam ngalau atau di guo ranggo tabieng. Kito  
     mahariek inyo mahariek. Kita babunyi inyo ba bunyi. Tapi jiko dituruik  
     indak basuo., ba bunyi dibunyi urang. Itu penghulu ba sipaek duto, kareh
     antak indak lalu, ba kabanaran di haluan urang.

2.       Penghulu Ayan Gadang::
Bakotek hilie jo mudiek, ba kukuek kiri jo kanan, mamanggakkan tuah kamanangan, tiok ado kabaikan tumbuah, awak nan pokok pangkanyo, baiek urang nan punyo renacana, dilimpuah jo lamak manih, itulah sifat ayam gadang.  Bakotek indak batalue, tinggi lonjak gadang galapua, lago di bawah sajo, sadang tungkuih indak barisi, elok bungkuih pangabek kurang.

3.       Penghulu buluah bambu
Batareh tampak kalua, tapi di dalam kosoang sajo,ilimu jauah, kacak langan la bak langan, di kacak batih lah bak batih. Awak datuak nyenyo awak.

4.       Penghulu katuak-katuak
Iolah tontoang urang di ladang,  kalao diguguah inyo babunyi, disaru urang baru basuo,kan mangececek takuik balabieh, manjadi damuik barek bibie, mangecek kapalang aka,, ba pikie saba tak ado, itulah pangulu katuak-katuak.

5.       Penghulu Tupai Tuo :
Elok nan indah mangalua, gadang nan indak mangtangah, dibao manyuruak sajo, bagai karabang talua itiek, rancaknyo tabuang juo, indak kambali naiek la-i, baitu sipaek tupai tuo, indak tatampuah ujuang dahan, diam dibawah ditapi sajo. Itu penghulu kalinduangan, alek jamu indak tajalang, alua indak nan baturuik, jalan nan indak batamouah,manaruah sagan jo ragu.

6.       Panghulu busuak arieng :
Itu penghulu nan jahanam, hino bangso randah martabaek,, hati maieng pahamnyo busuak, budi anyie pikiran harieng, panjang aka handak malilik, panjang bicaro nak mangabek, cadiek andak manganai sajo, muluik manih bak tangguli, bak mamakan pisang masak, elok tipu manih umbuaknyo,  tukang piuah tukang pilin, pilin kacang nak malilik, pilin jariang nak barisi, pangicuah utang dalam nagari, panipu koroang jo kampuang, panjua anak kamanakan, palakak kuciang didapua, mancari dalam masuak rumah, manahan jarek di pintu,, mangguntieng dalam lipatan, manuhuak kawan sairieng, ba dompek disaku urang, indak mancari ameh ala, indak di Allah jo Rasul, itu penghulu busuak harieng. Itu penghulu isi narako.


Panghulu Andiko
Adalah orang yang dipilih dan diangkat oleh nagari, dimana seluruh penghulu dalam nagari turut memberikan penilaiannya atas calon kepala suku (Penghulu Andiko ini berdaulat kedalam dan keluar sukunya.

Panghulu Payuang
Bilamana satu suku telah meluas, lalu membelah-belah diri. Kepala suku asal dari suku tersebut disebut Penghulu Payung.

Panungkek
Ialah orang yang diangkat membantu Penghulu bila berhalangan.

Penghulu Hindu
Kalau salah satu suku sudah berkembang besar, maka penghulu asal per-tamanya itu disebut Penghulu Hindu.

Perkawinan Pantang
Adalah merupakan perkawinan yang akan merusak dan melanggar adat antara lain perkawinan orang setali darah menurut system Matrilineal, perkawinan sesuku walaupun tidak ada hubungan darah.


Perkawinan Sumbang
Adalah perkawinan yang dilakukan dengan janda salah seorang kerabat sesuku atau sahabat, tetangga dekat, Mempermadukan perempuan sekerabat, sesuku, sepergaulan dan setetangga, orang. yang sedang bertunangan, anak
saudari kandung.  Sebagai sanksi perkawinan sumbang ini ialah dengan membatalkan perkawinai itu. Kalau tidak diterima yang bersangkutan akan dibuang sepanjan adatt diusir dari kampun‰ghalaman dan sekaligus dikucilkan dari pergaula masyarakat.

Pisang sikalek kalek hutan, pisang tambatu nan bagatah
Budi Caniago inyo bukan, Koto Piliang inyo antah.
Ini istilah yang diberikan kepada jalur nagari yang berkembang menjadi Jalur Bengkawas dari arah danau Singgkarak dengan nagari-nagari Galogandang, Padang Magek, Padang Luar, Turawan, Balimbing Bukik Tamasu.

Pusako
Merupakan harta warisan dari mamak turun ke kemenakan.

Putuih dek damai.
Sebelum diajukam kepengadilan, kedua belah pihak telah mendapatkan kata sepakat untuk berdamai.

Putuih dek hukum
Persengketaan hanya dapat diselesaikan secara hukum yang berlaku dari segala aspek kehidupan dalam masyarakat.

Putuih dek talatak.
Bilamana peradilan masih belum dapat memutuskan perkara disebabkan kedua belah pihak atas satu pihak tidak setuju akan keputusai itu. Lalu peradilan dihentikan dan memberikan kesempatan untuk mencari per-damaian antara kedua belah pihak.

Putuih di pangka
Bilamana dalam suatu sengketa, sebelum dibawa kepengadilan telah dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak, sehingga mereka menarik kembali pengaduannya.

.Q
R
Rabuik rampeh
Adalah suatu perbuatan yang merebut dan merampas secara paksa milik orang lain, kemudian melarikan diri

Rajo Tigo Selo .
  Kekuasaan raja dibagi tiga, antara lain :
  1. Rajo Alam di Pagaruyung, yang memegang tampuk pemerintahan.
  2. Raja Adat di Buo, yang memegang tampuk Undang-undang dan Hukum
  3. Raja Ibadat di Sumpur Kudus, yang memegang tampuk urusan Agama

Rangkiang
Tempat menyimpan padi
            Rangkiang Sitinjau lauik,
panati pincalang masuak
Rangkiang Satangga Lapa,
Panenggang urang dalam kampuang katiko musim gantuang tungku.
Rangkiang Sibayau-bayau,
Untuk persiapan jangka panen berikutnya


Rang Sumando
Seoran‰glaki-laki yang menikah dengan seorang perempuan dari suku lainnya. Dari pihak keluarga perempuan laki-laki itu disebut rang sumando (urang sumando atau dapat disebut juga "mato banyiah– atau "bapak rumah".

Rang Sumando Bapusako
Ini menunjukkan sifat Rang Sumando yang arif bijaksana, bersifat menyelesai, bertindak adil, tidak berpihak,  menegakkan kebenaran dan selalu menjaga aturan-aturan yang berlaku, tidak suka melanggaģ adat.

Rang Sumando Kacang miang
Rang Sumando jenis ini selalu mengganggu dikampung orang, ia suka menyusahkan orang lain, suka menghasut dan tidak segan-segan mengadu domba pihak keluarga istrinya ataupun orang di kampungnya.

Rang Sumando Kutu dapua
Ialah Rang Sumando yang selalu melakukan pekerjaan yang tidak ber-manfaat, pemalas dan tidak bisa memberika
nafkah hidup bagi istri dan anak-anaknya sehingga dia merasa rendah diri dan tidak berani duduk bersama dengan  orang banyak sehingga dijuluki sebagai "kutu dapur".

Rang Sumando Langau hijau
Ialah Rang sumando yang busuk hati, suka perbuatan memfitnah suka membuat malu orang lain, orang ini sangat menjijikkan sekali dalam pergaulan, sehingga diibaratkan dengar lalat hijau (binatang yang suka makan kotoran).

Rang Sumando Lapiak buruak
Ialah Rang Sumando yang tidak pandai bergaul dalam masyarakat ataupun dilingkungan keluarga istrinya. Ia tinggal  dirumah saja dengan istrinya dan tidak mau tahu dengan urusan orang lain yang patut dia ikut serta.

Rundiangan
Ruandiang ( =Rundingan ) adalah suatu pembicaraan yang menghasilkan suatu maksud.
Ada tiga macam rundiangan :
1.       Rundiangan Basimanih, ialah rundiangan nan lalamak-lamak manih, lamak bak santan jo tangguli, sakali rundiang disabuik takana juo salamonyo. Artinya perkataan  dalam pergaulan sehari-hari yang baik dan manis, menarik hati orang dan mudah untuk membawa orang kepada suatu pengertian dan kebenaran yang sesungguhnya.
2.       Rundiangan basiginyang, ialah rundiangan nan tagang-tagang kandua, rundiangan nan tinggi-tinggi  randah, bak maelo tali jalo, agak tagang dikanduri, jikok kandua ditagangi, diam dikato nan sadang elok. Artinya perkataan  perkataan dalam pergaulan sehari-hari yang selalu bisa menaklukkan orang yang menyimpang dari jalan yang benar. Pembicaraan ini tidak menghendaki  tindakan yang keras, hanya cukup untuk menundukkan seseorang  dengan perkataan yang baik, lunak lembut.
3.       Rundingan basiransang, banyak andai jo kacindan, sarato guluik jo galusang, ka lalu raso ka tasabuik, kasuruik jalan tarantang, ditampuah juo kasudahannyo. Artinya  Pembicaraan yang ragu dan tidak tegas dalam suatu persoalan.


S
Sadalam-dalam payo sa hinggo dado tiek, salaweh kuaso urang sumando sahinggo pintu biliek.
Orang semenda sedikit sekali kuasanya dalam rumah tangganya

Sadanciang bak basi, saciok bak ayam
Putusan yang diambil secara bersama dan dipatuhi serta dijalankan bersama-sama pula satu nada satu irama.

Saitik saayam, sasakik sasanang, sahino samalu
Persahabatan dan kekerabatan yang tulus

Sarak babuhua mati.
Dalam adat Minangkabau yang bertitik tolak dari adat bersendi Sarak, sarak bersendi Kitabullah telah memberi tahukan bahwa masalah apa yang ter-kandung dalam Al-Qur'an tidak boleh dirubah sedikitpun walau sebuah titik atau sebuah barispun juga. Karena perubahan atas Al-Qur'an tidak diperbolehkan dan memang tidak satupun orang yang berani merubahnya.  Oleh sebab itu para Ulama diikutsertakan dalam mufakat adat untuk menjaga kalau masalah Al-
Qur'an terlanggar dalam kerapatan adat. Ninik mamak Alim Ulama merupa-kan kesatuan dalam keputusan adat.

Sarak bakato adaik mamakai
Peraturan dari Kitabullah, adat melaksanakan..

Silang pangka cakak, sangketo pangkar parang
Perselisihan itu pangkal perkelahian, sengketa itu pangkal perang

Singok Nan Bagisia.
Adalah batas-batas dengan tetangga baik tetangga perumahan maupun tetangga sawah, lading, lurah, kolam  pandam pakuburan. Batas-batas ini tidak boleh terlanggar satu sama lain, kalau ini terlangga maka kita akan dicap oleh masyarakat tidak beradat.

Sumbang salah
Suatu perbuatan menggauli orang lain yang tidak boleh dinikahi seperti perzinaan dengan istri orang lain atau orang-orang yang tidak pantas dinikahi.

T
Tacancang tarageh
Perbuatan jahat yang dilakukan seseorang telah mendapatkan bukti berupa barang-barang alat-alat dan bekas-bekas pada diri si-pelaku itu sendiri dimana dia tidak dapat mengelak lagi dari tuduhan.

Tacoreang arang di kaniang
Mendapat malu besar dimata masyarakat karena adat yang telah terlanggar.

Tahambeh tapukua.
Terdakwa dapat tertangkap setelah dilakukan pengepungan dan sempai dikroyok oleh masyarakat setempat.

Taikek takabek
Sipelaku kejahatan kepergok ditempat melakukan kejahatana hingga tidak dapat berkutik lagi.Sedangkan tertangkap basah, khusus dikaitkas dengan perbuatan yang melanggar susila.

Talala takaja.
Terdakwa ditemukan pada tempat persembunyiannya atau dapat ditangkap setelah dilakukan pelacakan.

Tambilang Basi .
Harta yang diperoleh dari jerih payah.

Tambo
Merupakan silsilah adat disamping secara turun temurun secara lisan.

Tapijak dibaro angek
 Menghadapi masalah yang tidak kita senangi karena perbuatan itu menjurus pada pekerjaan yang serba salah.


Tatando tabukti.
Perbuatan jahat yang dilakukan seseorang  meninggalkan bukti bukti yang nyata ditempat kejadian atau di rumah si pelaku atau dirumah tempat ia melakukan perbuatan jahat tersebut.

Tatumbang taciak
Ialah orang yang tidak dapat mengelak dari tuduhan yang ditujukan ke-padanya atau oranu yang akhirnya mengaku‚ perbuatan jahatnya karena tidak dapat mengemukakan alibinya.
Tau di ereang dengan gendeang,
Tau jo raso jo pareso,
Tau dikileng dengan bayang,
Tau dialamaek kato sampai,


Tikam bunuah.
Ialah perbuatan yang melukai dan membunuh atau sengaja menghilangkan nyawa orang lain.

Tukang indak mambuang kayu
Seseorang yang bijak tidak akan menyia-nyiakan segala apa yang diaperlu-kannya.


Tuo Banda
Orane yane ditunjue mengawas‚ irigasi(r) Liha“ dubalan‰ banda.

Tuo Buru
Orang yang dituakan dalam urusan perburuan. Berburu di daerah Minangkabau mempunyai tradisi adat karena cara-cara berburu mempunyai aturan tersendiri pula dengan tata tertib yang khas. Melanggar tata tertib dalam perburuan akan dapat membuat silang sengketa yang harus diselesaikan secara adat diperburuan itu sendiri.

U
Ukua dan jangko
Adalah ukuran yang menentuka sesuatu yang benar atau tidak benar. Maka dari itu ninik mamak pemangku adat atau yang disebut pemimpin di dalam adat, ataupun masyarakat, apakah dia pemuda/pemudi, ulama, bapak atau ibu dan lain-lain agar dapat mengamalkan ukua jangko di dalam adat, sebanyak 8 macam, anatara lain :
1.       Nak lurui rantangkan tali
2.       Nak tinggi naiekkan budi
3.       Nak aluih baso jo basi
4.       Nak elok lapangkan hati
5.       Nak mulie tapati janji
6.       Nak taguah paham dikunci
7.       Nak labo bueklah rugi
8.       Nak kayo kuaik mancari

Umbuak umbi
Suatu perbuatan penipuan dengan jalan merayu korban lebih dahulu.

Undang-undang dalam Nagari
Barek samo dipikue
Ringan samo dijenjeang
Nan elok baimbauan
Nan buruak bahambauan
Sakik basilau
Mati bajanguak

Baso basi, hereang jo gendeang
Alek bapanggie, mati bajirambok
Nan kayo tampek manyalang
Nan pandai tampek baguru
Nan cadiek lawan baiyo
Nan tuo dihormati
Nan ketek disayangi
Samo gadang lawan bakawan

Cabuah dibuang
Salah  mangumbali
Talonsong babaok suruik
Utang babaie
Piutang batarimo
Salah batimbang
Tumbuah basiang
Tabanam basilami
Hanyuik bapintehi

Salah cotok malantiangkan
Salah makan maluahkan
Salah ambiek mangumbali
Salah langkah suruik kumbali
Salah ka mausian minta maaf
Salah ka Tuhan minta tobat

Undang-undang duo puluh
Undang-undang duo puluah terdiri dari undang-undang duo baleh dan undang-undang  salapan
Undang-undang duo baleh
Duo baleh tuduah nan bakatunggangan : :
1.       Anggang lalu atah jatuah
2.       Pulang pagi babasah-basah
3.       Bajalan bagageh-gageh
4.       Kacindoroangan mato rang banyak
5.       Dibaok ribuik dibaok angin
6.       Dibaok pikek dibaok langau
7.       Tasindoroang jajak manurun
8.       Tatukiek jajak mandaki
9.       Bajua bamurah-murah
10.   Batimbang jawab ditanyoi
11.   Baurieh bak sipasi
12.   Lah bajajak bak bakiek


Undang-undang Nan Salapan
Salapan contoh nan bakaadaan :
1.       Dago-dagi mambari malu
2.       Sumbang salah laku parangai
3.       Samun saka tagak dibateh
4.       Umbuak umbi budi marangkak
5.       Curi malieng taluang dindiang
6.       Tikam bunuah padang badarah
7.       Sia baka sabatang suluah
8.       Upeh racun batabuang sajak


Upeh racun
Ialah perbuatan yang menyebabkan orang lain menderita sakit setelah memakan meminum, menghisap barang yang telah diberikan seperti memasukkan ramuan berbisa atau beracun yang mengakibatkan orang itu saki\t atau meninggal dunia.


Urang gilo baladiang
Orang jahat yang memegang kekuasaan, orang yang  tidak tahu adat sopa santun.

Urang Nan Ampek Jinih .
Ialah orang-orang yang ditokohkan dalam masyarakat Minangkabau m-enurut tugasnya masing-masing.

Urang Sumando ;

1.       Urang Sumando Kacang Miang
Mambuek kusuik nan salasai, nan mangaruah korong jo kampuang, bumi sampik alam tak sunyi, inyo manjadi upeh racun
2.       Urang Sumando Langau Hijau
Atah taserak di nan kalam, intan tacicie sadang bada, ulek tingga inyopun tabang, langau nan indak malengoang lai, itulah sumando langau hijau
3.       Urang Sumando Kutu Dapua
Indak bajalan ilie mudiak, koroang jo kampuang indak tatampuah, karik jo kirabaek indak paduli, namuah manumbuah jo batanak, lah samak jalan ka tapian, lah kalam jalan ka pintu, lah elok langkah ka dapua, asa sanang bini awak, mati ayam mati tungau, sadanglah dinie cando itu.
4.        Urang Sumando Lapiek Buruak
Iyolah urang kalangkahan, manjadi ijuak panaba, patang pagi dikicuah bini,, awak kasieh bini manggendeang, asa bini tak dapek malu, asa carai jan disabuik, bialah awak jadi landasan.
5.       Urang Sumando Bapak Paja
Inyo umpamo kumbang janti, datangnyo rancak, painyo pun rancak, pulang sanjo pai lah pagi, satupun indak dapek diarokkah, pandai manggulai tak baraie, kanyang dek gulai ambuang-ambuang, mabuak bamain muluik manih, raso ditapak tangan juo.
6.       Urang Sumando Niniek Mamak
Itulah bumi langik kito, kaganti cincing dengan galang, payuang panji tanpek balinduang, kan ganti sitawa jo sidingin, panjang nan ka mangarek, singkek nan ka mambilai, dalam aka budi bicaronyo, pahan elok kto santoso, lahie batin tak baupatan.


Utang babaie piutang manarimo
Setiap utang harus dibayar, setiap piutang harus menerima kalau itu tidak dilakukan maka terlanggarlah adat dan akan dijatuhi hukuma dihadapan ninik mamak.


























































































































[1] H.Idrus Hakimy Dt.Rajo Penghulu; “Pokok-Pokok  Pengetahuan Adat Alam
  Minangkabau”, Penerbit Remadja Karya, Bandung. 1984, p.99
[2]  Cupak adalah alat ukur berupa takaran yang tetap, sehingga standardisasi yang  
    berlaku umum dalam masyarakat.
[3]  H.Idrus Hakimy Dt.Rajo Penghulu; “Pokok-Pokok  Pengetahuan Adat Alam Minangkabau”, Penerbit Remadja Karya, Bandung. 1984, p.99

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar